Wasit dan Suap, Bersaudara???

Suap, adalah kata-kata yang tidak asing dalam persebakbolaan kita. Ketika tim-tim yang memerlukan kemenangan berada dalam posisi kritis, maka tak ada jalan lain yang ditempuh kecuali suap, entah itu menyuap wasitlah, panpellah, atau apalah itu saya sendiri juga kurang tau sebagai masyarakat awam.

Tetapi sebagai masyarakat awam saya juga tidak bodoh-bodoh amat. Pertama-tama lihat saja ketika pertandingan berlangsung, bila aksi suap tidak dijalankan, lalu mengapa keputusan wasit serasa mengada-ada dan terlalu dipaksakan. Sudah tau kalo pemain hanya diving e….., eloknya kok malah di beri penalti bukan peringatan atau kartu kuning bagi sipelaku. Sangat memuakkan dan mengecewakan. Trus sudah tau handsball dikotak sendiri e………, kok dibiarkan saja, pemain lawan tidak di beri hadiah penalti. Sangat merusak moral bangsa (opo hubungane?)

Sebetulnya saya menulis hal tersebut diatas lantaran membaca, mendengar, serta menyaksikan sendiri aksi-aksi wasit dilapangan, terutama ketika Tim X bermain. (maaf saya tidak menyebutnya, pokoknya salah satu klub di Liga Indonesia). Karena perlu anda ketahui saya adalah salah satu p******a klub tersebut, tapi entah untuk saat ini dan yang akan datang, tampaknya k******an saya terhadap klub tersebut semakin menipis dan tampaknya akan menguap di udara begitu saja.

Saya betul-betul merasa kecewa dengan tindakan tim yang sepertinya mengahalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Sebenarnya saya juga yakin tidak hanya tim tersebut saja yang di isukan suap tapi banyak tim lainnya di Indonesia yang melakukan hal tersebut, hanya saja sampe saat ini belum terangkat sampe ke permukaan.

Bila aksi suap menyuap terus berlanjut trus sepakbola nasional ini akan dibawa kemana oleh para pelakunya. Apakah PSSI perlu membuat peraturan yang lebih tegas serta sebuah komisi pemberantasan suap? Apa pun itu tidak akan pernah berhasil bila para oknumnya sendiri tidak memulai dari diri mereka sendiri.

Bila aksi suap terus berlanjut maka banyak sekali yang dirugikan, kretivitas pemain dalam bermain bola tentunya tidak akan dihargai lagi karena yang lebih berharga hanyalah UANG, UANG, DAN UANG. Tapi bila kejujuran masih ada meskipun hanya sedikit kita harapkan dari semua pihak yang terhormat untuk tidak melakukan aksi yang dibenci TUHAN tersebut. SUAP bukanlah jalan menuju kemenangan tetapi menuju jalan NERAKA dunia dan akhirat.

Ini adalah tulisan saya buat saat tahun 2007, ketika Persiba maupun tim2 lainnya belum dihebohkan dengan adanya isu mafia wasit. Kini tulisan ini baru saya publishkan dalam blog ini, karena saya berharap agar isu itu bisa menjadi cambuk bagi kita semua mulai dari pihak manajemen, pelatih, pemain bahkan supporter bias tumbuh menjadi tim lebih dewasa dan mapan. Satu hal yang penting bahwa kemenangan karena kualitas adalah yang paling penting dan kemenangan UANG itu hanya semu belaka.

4 Responses to “Wasit dan Suap, Bersaudara???”


  1. 1 cah jogja Februari 15, 2010 pukul 1:44 pm

    ngomong wae persiba.. ngono repot

  2. 2 nero364 Februari 26, 2010 pukul 2:27 pm

    weh…..kog ngerti nek persiba?nek duduk ha o?

  3. 3 fukyu Desember 22, 2010 pukul 12:50 am

    dasar suporter ndeso lu

  4. 4 shumy27 Mei 18, 2011 pukul 6:28 pm

    blognya koq ga di update lagi Bro..??terusin dong..!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM PERDAMAIAN

bagi seluruh supporter persiba, mari kita junjung sportivitas dilapangan. NO ANARKI, NO TAWURAN, JUST FAIRPLAY & AGAINT RACISM!

Daftar Menu

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

%d blogger menyukai ini: