PERSIBA BANTUL LOYO, PAK IDHAM MURKA

Kemenangan Persiba terhadap PSIM tak lantas menjadikan spporter ataupun para petinggi Persiba merasa senang. Justru sebaliknya, mereka merasa kecewa melihar permainan tim kesayangan warga bantul tersebut. Kemengangan tipis tersebut membuahkan kritikan pedas dari orang no-1 se-Bantul, Idham Samawi, “Ini seperti tim kampung. Para pemain tak mampu menunjukkan dirinya sebagai pemain professional. Permaianan jelek sekali dan sepertinya mereka main tanpa motivasi. Tim pelatih harus segera melakukan evaluasi”. Omongan manager Persiba ini harus benar-benar diperhatikan oleh pemain taupun manajemen, demi kelangsungan Persiba di divisi utama.
Koordinasi yang masih kurang dan semangat yang loyo menguasai permainan anak-anak Persiba sore itu. Bahkan jika di cermati, pemainan Persiba berada dibawah PSIM yang bermain ngotot dan dengan semangat yang penuh. Anak-anak Persiba tampak tidak mempunyai greget untuk memenangkan pertandingan. Babak pertama permainan Persiba sama sekali tidak berkembang, koordionasi antar lini tampak semrawut, tik tok antar pemain terlihat hilang, hingga sering terjadi kesalahan oper.
Kemandegan permaian Persiba dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak PSIM. Terbukti dengan pressing yang ketat, pemain PSIM mampu dengan mudah mematikan lapangan tengah Persiba, bahkan Ezequail terpaksa harus turun kebelakang untuk menjemput bola. Permaianan baru bertambah panas setelah babak kedua di mulai. Persiba mulai mampu mengembangkan sedikit permainannya, terbukti dengan beberapa kesempatan yang dihasilkan oleh anak-anak Persiba. Serangan Persiba yang bertui-tubi akhirnya mampu membuahkan gol, setelah Ezequail Gonzales memanfaatkan operan dari rekannya, dan membuahkan satu-satunya gol dalam pertandingan sore tersebut.
Suasana panas di lapangan kemudian menjalar keluar lapangan, kisruh antar supporter tak dapat lagi dihindarkan. Entah siapa yang memulai Paserbumi ataupun Brajamusti, yang pasti pertandingan sore itu berjalan rusuh dan memakan korban. Ada beberapa supporter yang kemudian diamankan karena dianggap provokator. Gesekan juga masih diteruskan dibeberapa tempat di luar stadion, walhasil yang dirugikan tentunya adalah pihak supporter sendiri. Tampaknya kata “gengsi” atau “fanatic” telah menggelapkan mata masing-masing supporter. Trus mau sampai kapan dendam antar supporter itu akan berakhir?

0 Responses to “PERSIBA BANTUL LOYO, PAK IDHAM MURKA”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM PERDAMAIAN

bagi seluruh supporter persiba, mari kita junjung sportivitas dilapangan. NO ANARKI, NO TAWURAN, JUST FAIRPLAY & AGAINT RACISM!

Daftar Menu

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d blogger menyukai ini: