Lagi-lagi Wasit Berulah, Pertandingan pun Berakhir dengan Semrawut

Pertandingan tetangga sebelah Persiba, PSIM yang dilangsungkan pada hari minggu kemarin, pada akhirnya berakhir dengan kesemrawutan. Kesemrawutan terjadi saat wasit Daryono(wasit yang baru saja diangkat menjadi wasit tingkat Asia oleh AFC) memberikan keputusan penalty, yang dianggap controversial oleh seluruh penonton, pemain, maupun pelatih.

Berawal dari keputusan yang tidak seharusnya terjadi, buntut-buntutnya baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan terjadi kekacauan. Peara pemain PSIM yang mogok sekitar 10-15 menit, sama sekali tidak ditindak dengan tegas oleh wasit. Bahkan pelanggaran-pelanggaran keras yang semakin sering terjadi tidak berbuah apapun dari wasit. Fairplay yang sering diagung-agungkan dalam sepakbola kita, hilang begitu saja. KEJUMAWAAN wasit untuk memimpin pertandingan langsung hilang begitu saja.

Lagi-lagi wasit, membuat ulah untuk kesekian kalinya. Kemungkinan besar karena factor “takut” terhadap supporter, walhasil pertandingan berjalan sampai menit ke-116(dapat dikatakan sebagai pemecah rekor dunia, waktu terpanjang dalam sejarah sepakbola), menunggu sampai tim tuan rumah minimal dapat menyamakan kedudukan dengan tim tamu. Andai saja kepercayaan diri wasit tidak jatuh setelah mengambil keputusan controversial tersebut, maka kejadian yang dapat dikatakan “memalukan” dunia persepakbolaan Indonesia tersebut tidak akan pernah terjadi.

Bila memang wasit masih berpegang teguh pada pendiriannya bahwa itu pantas dihadiahi tendangan penalty, seharusnya kepercayaan diri wasit dalam memimpin pertandingan dapat dipertahankan sampai pertandingan selesai. Toh bila penalty tersebut memang seharusnya tidak diberikan masih dapat dianulir oleh PSSI (seperti halnya yang pernah terjadi di Eropa). Jadi jangan sampai KEWIBAWAAN wasit hilang sama sekali ketika memimpin pertandingan.

Pertanyaannya sekarang, “sampai kapan wasit di Negara ini dapat lebih baik kinerjanya agar dapat disejajarkan dengan wasit-wasit yang memimpin pertandingan di tingkat dunia?Dan penyebab apakah yang seringkali mengakibatkan wasit sering bertindak “semau gue” di lapangan pertandingan?apakah memang factor ketidaksengajaan (karena penglihatan yang terhalang, atau terlalu jauh), atau factor adanya “sogokan”. Tampaknya hanya para wasit dan Tuhan lah yang bisa menjawabnya. Hanya saja berkaca dari smua yang telah terjadi, “Pak Wasit mbok iyao mari kita junjung sportivitas di Lapangan”, biar sepakbola di Negara tercinta kita ini bias tambah maju, meskipun hanya satu langkah ke depan. Masak dari dulu jalan di tempat saja bahkan seringkali melangkah mundur.

0 Responses to “Lagi-lagi Wasit Berulah, Pertandingan pun Berakhir dengan Semrawut”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM PERDAMAIAN

bagi seluruh supporter persiba, mari kita junjung sportivitas dilapangan. NO ANARKI, NO TAWURAN, JUST FAIRPLAY & AGAINT RACISM!

Daftar Menu

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d blogger menyukai ini: