Pemkab Bantul Kucurkan 9 Milyar untuk Persiba

Pemkab Bantul telah menyedikan 9 milyar untuk mendanai Persiba di musim yang akan datang. Hal tersebut dikemukakan oleh Bupati Bantul Idham Samawi saat membubarkan tim Persiba 2006/2007 beberapa waktu yang lalu. Keputusan tersebut diambil oleh pemkab berkaitan dengan jalan buntu yang dihadapi Persiba mengenai masalah dana yang akan digunakan dalam kompetisi mendatang. Mustahil Persiba bisa memperoleh dana yang sebegitu besarnya untuk mendanai tim tersebut di musim mendatang bila tidak berasal dari Pemkab. Berbeda kasusnya jika Persiba adalah tim papan atas Indonesia yang dapat dengan mudah menawarkan klubnya dengan jumlah ratusan milyar pada para sponsor.

Meskipun telah disediakan dana, Persiba dan Pemkab Bantul akan tetap menunggu keputusan Mendagri mengenai diperbolehkan atau tidaknya penggunaan APBD dalam mendanai tim sepakbola setempat. Bila Mendagri tetap pada keputusan awalnya, dan tidak bersedia merubahnya maka hasil akhir Persiba akan mundur dari kompetisi Divisi Utama, dan kembali ke tingkat “amatir”. Hal tersebut tentunya akan sangat disayangkan mengingat perjuangan Persiba yang sangat keras menuju Divisi Utama. Dan bisa dipastikan pula tim-tim yang baru promosi ke Divisi Utama juga akan mengalami nasib serupa dengan Persiba.

Sedangkan masalah pemain, seluruh pemain Persiba tahun lalu akan direkomendasikan untuk memenuhi daftar pemain Persiba tahun mendatang dengan catatan harus mengikuti seleksi kembali yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Jika mereka lulus seleksi maka tentunya akan tetap bertahan, jika tidak maka harus angkat kaki dari Persiba. Pemain-pemain yang berasal dari luar klub pun juga sudah mulai melirik keberadaan Persba. Sedangkan rencana pemboyongan Nduboisi ke Arema Malang terancam gagal yang disebabkan karena keinginan agen untuk terlibat dalam negosiasi keduanya. Sedangkan keduanya tidak menghendaki keterlibatan agen pemain dalam negosiasi.

1 Response to “Pemkab Bantul Kucurkan 9 Milyar untuk Persiba”


  1. 1 admin November 13, 2007 pukul 3:35 pm

    Kelemahan utama klub di Indonesia, adalah infrastruktur dan fasilitas klub. Dan yang paling mendasar dari semua itu adalah lapangan, baik lapangan latihan maupun lapangan stadion. Tanpa lapangan yang bagus tidak mungkin pemain bisa berlatih cara bermain sepakbola modern yang menuntut kecepatan, kekuatan, dan akurasi.

    ”Persoalan lapangan ini sangat prinsip. Saya heran masalah prinsip ini justru diabaikan klub-klub. Hitung saja berapa uang yang dikeluarkan klub untuk mengontrak dan menggaji pemain. Mengapa klub tak mau mengurangi jumlah pemain asing atau mengurangi sedikit saja nilai kontrak atau gaji pemain demi membangun lapangan yang bagus?(Ivan Kolev)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM PERDAMAIAN

bagi seluruh supporter persiba, mari kita junjung sportivitas dilapangan. NO ANARKI, NO TAWURAN, JUST FAIRPLAY & AGAINT RACISM!

Daftar Menu

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d blogger menyukai ini: