Persiba unggul 3-2 lawan Persipon, pertandingan ricuh

persipon230807-f.jpg

Pontianak,-  Buramnya lembaran kompetisi sepakbola Indonesia akhirnya terjadi juga di Keboen Sajoek-markas Persipon–, Rabu (22/8) kemarin. Betapa tidak, pertandingan yang semua berjalan lancar, meski sering terjadi benturan akibat lapangan licin harus dihentikan sebelum waktunya, saat kedudukan 2-3 untuk Persiba. Pemain dan supporter tuan rumah masuk lapangan menyerbu wasit.

Bahkan pagar pengaman lapangan setinggi dua meter dan panjang 20 meter dijebol supporter. Melihat gelagat itu dan dikhawatirkan makin bertambah banyak, aparat keamanan bergerak cepat “mengevakuasi” wasit dan pemain Persiba ke kamar ganti. Begitu juga dengan pengawas pertandingan yang ditugaskan PSSI harus kabur menyelamatkan diri dari amuk supporter.

Beruntung aparat sangat jeli melakukan tindakan penyelamatan terhadap wasit. Entah bagaimana caranya, korps wasit seakan hilang begitu saja. Padahal ratusan supporter masih berjaga-jaga di depan tribun VIP yang juga pintu keluar-masuk pemain.

Cukup lama menunggu tak juga kelihatan batang hidup wasit, supporter yang masih diliputi amarah langsung menjambangi salah satu hotel tempat wasit menginap. Tetapi, mereka juga tak mendapatkan H.Syamsudilin Linta dkk. Hampir dua jam menunggu, supporter akhirnya bubar dengan perasaan kecewa. “Kami benar-benar kecewa dengan kepemimpinan wasit,” aku Sarmili, ketua PAMPAR-asosiasi supporter Persipon-kepada Pontianak Post, kemarin.

Menurutnya, PAMPAR sudah berkali-kali mengingatkan agar wasit yang akan memimpin pertandingan bisa bersikap fair dan menjunjung tinggi sportivitas. Peringatan itu dilakukan karena mereka sudah “mencium” aroma yang tak bagus tentang pertandingan tersebut.

Padahal, paparnya, H.Samsudin Linta sempat dipuji ketika memimpin pertandingan antara Persipon melawan PSMP beberapa waktu lalu. Karena respon dengan kepemimpinan Samsudin saat itu, supporter secara spontan menyerbu lapangan untuk melakukan pengamanan karena pemain PSMP saat itu bersikap kasar kepadanya. “Supporter Pontianak sangat simpatik. Jika wasit memimpin pertandingan dengan fair-play pasti mendapat aplaus. Dan itu sudah dibuktikan saat wasit diselamatkan ketika akan digebuk pemain-pemain PSMP,” kenangnya.

Amarah pemain dan supporter Persipon memuncak saat gol yang berbau off-side tetap disyahkan wasit karena hakim garis tak mengangkat bendera saat pemain belakang mengangkat tangan. “Okelah, kami masih berita terima setelah diberi pengertian akan kejadian tersebut. Tetapi ketika pemain lawan sudah benar-benar handball di kotak penalty, kok wasit tidak melihatnya. Padahal handball itu sudah berkali-kali dan kami tak protes,” aku Arif, pemain belakang Persipon.

Merasa sudah benar-benar dirugikan, Arif melepas kostumnya dan memberikannya kepada wasit sebagai tanda tidak puas dengan kepemimpinan Syamsudin Linta. “Ini betul-betul tidak bisa dimaafkan. Di kandang lawan kami sudah banyak dikerjai, tetapi di kandang sendiri pun justru wasit berubah. Mau dibawa kemana sepakbola kita,” ujarnya sembari meninggalkan lapangan.

Sikap Arif itulah yang membuat riak-riak ribuan supporter bakal mengamuk. Akan tetapi aparat yang sigap berada di lapangan sempat mengamankan supporter yang sempat turun ke lapangan ingin menghajar wasit. Pertandingan masih bisa dilanjutkan.

Dan kericuhan tak bisa terelakkan enam menit menjelang bubaran saat wasit tak mengganjar pemain belakang Persiba yang handball di kotak enam belas dengan hadiah penalti.

Menanggapi kejadian tersebut, pengawas pertandingan yang ditugaskan PSSI H.Hasnan ikut mendukung keputusan wasit. “Anda lihat sendiri bahwa gol yang diprotes karena dianggap off-side sudah diterima pemain Persipon. Itu artinya gol tersebut syah,” katanya.

Dari kubu Persipon manajer tim Rudy Enggano mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit yang dinilainya sudah sangat keterlaluan. “Kepemimpinan wasit kali ini merupakan yang paling buruk sepanjang sejarah Persipon menjadi tuan rumah. Kami sangat kecewa dengan hasil itu,” akunya.

Sementara pelatih I Made Pasek Wijaya tampak emosi, geram dan ikut kecewa dengan keputusan merugikan yang dibuat wasit. Baginya sudahlah dikerjai di kandang Persid-Jember sebelumnya, kembali di sini harus diperlakukan seperti begini. “Bagaimana sepakbola mau maju kalau wasit yang seharusnya jadi pengadil di lapangan justru banyak merugikan kita,” kata mantan pemain timnas itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum jelas keberadaan wasit dan pengawas pertandingan. Hanya saja dari kejadian tersebut, kemungkinan besar Persipon terancam sanksi tak boleh menggelar pertandingan di kandang sendiri atau harus membayar denda.

0 Responses to “Persiba unggul 3-2 lawan Persipon, pertandingan ricuh”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM PERDAMAIAN

bagi seluruh supporter persiba, mari kita junjung sportivitas dilapangan. NO ANARKI, NO TAWURAN, JUST FAIRPLAY & AGAINT RACISM!

Daftar Menu

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: