Belajar dari Timnas Indonesia

Meskipun TimNas baru saja mengalami kekalahan sewaktu manghadapi Korea Selatan kemarin sore dengan skor 2-1. Tapi Tim Merah Putih patut untuk diberi penghormatan tertinggi di Republik ini atas usaha maksimal mereka. Berangkat dari cibiran negara-negara lainnya yang ikut dalam Piala Asia, ternyata Indonesia mampu menjelma menjadi sebuah tim yang merepotkan tim-tim tangguh Asia yaitu Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Tim Indonesia saat ini menjelma menjadi sebuah tim yang lebih tangguh bila dibandingkan dengan tahun-tahun yang telah lalu.

Persiba harusnya dapat belajar banyak dari Timnas kita. Meskipun belum dapat mengukir prestasi, tetapi tim Merah Putih telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki. Seperti yang kita ketahui Indonesia dianggap sebagai tim gurem yang sama sekali tidak diperhitungkan, tetapi karena anggapan itulah yang kemudian memotivasi para pemain untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu untuk bersaing dan hal itu terbukti meskipun Indonesia belum berhasil lolos ke babak perempat final Piala Asia.

Sempat menang melawan Bahrain pada partai pembuka grup D, tidak membuat para pemain dan pelatih lupa diri akan kemenangan yang mereka peroleh. Mereka tetap berusaha semaksimal mungkin untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Kemudian ketika melawan Arab Saudi, mental dan tekad untuk memenangkan pertandingan para pemain tidak pernah surut sedikitpun meskipun mereka sadar bahwa Arab Saudi adalah raksasa Asia yang sarat akan pengalaman. Tekad dan usaha para pemain berhasil membuat Arab Saudi kewalahan dalam menghadapi Indonesia. Begitu juga saat melawan Korea Selatan kemarin sore, Indonesia mampu mengimbangi permainan lawan hingga akhirnya Indonesia dapat meminimalkan gol yang bersarang digawang mereka. Hanya 1 gol yang berhasil mengoyak jala Markus Horison. Perlu diketahui bahwasannya Korea Selatan menduduki peringkat 50-an Sepak Bola tingkat dunia, sedangkan Indonesia sendiri menduduki peringkat ke 190-an. Sebuah usaha yang maksimal dari para pelatih dan pemain hingga akhirnya Korea Selatan hanya mampu melesakkan 1 gol. Berbekal mental yang pantang menyerah dan tidak takut untuk menghadapi tim tangguh manapun, Indonesia mampu mempersulit jalan tim-tim lainnya di grup D menuju babak 8 besar.

Hal diatas hendaknya dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi Persiba. Ketika sebuah tim dapat meraih kemenangan, tidak menjadikannya lupa diri. Ketika harus menghadapi tim yang lebih tangguh, maka mental dan tekad untuk bisa menang tidak goyah karena nama besar tersebut. Hal ini yang tampaknya sudah dimiliki oleh para pemain Persiba dan hendaknya tetap dipertahankan. Yaitu ketika Persiba harus melawan Arema Malang, dengan mental dan tekad pantang menyerah para pemain bisa menyamai permainan Arema Malang, walau sebetulnya kelas antara keduanya berbeda jauh. Tentu saja Arema berada dilevel yang lebih tinggi.

Hal lainnya yang penting adalah faktor supporter dan pemain dalam menanggapi keputusan wasit. Dapat dikatakan bahwa Supporter dan Pemain Indonesia sekarang ini sudah DEWASA. Buktinya adalah ketika melawan Arab Saudi, wasit yang nyata-nyata lebih condong ke Arab Saudi dengan berbagai keputusan kontroversialnya, mampu ditanggapi dengan tenang oleh para supporter dan pemain Indonesia. Supporter Indonesia mampu bertindak tenang dan tidak arogan meskipun mereka tahu bahwa Indonesia telah dicurangi wasit. Selain itu Supporter juga dapat bersikap legowo dalam menyikapi setiap hasil pertandingan baik menang maupun kalah. Sedangkan para pemain, walaupun mereka tahu sedang dicurangi tetapi mereka lebih memilih untuk berusaha mengendalikan emosi dan segera menjauhi wasit, daripada menimbulkan kerugian bagi diri mereka sendiri maupun bagi tim.

Maka sudah seharusnyalah para pemain dan supporter Persiba berkaca sekali lagi kemudian membenahi hal-hal yang masih kurang. Para pemain Persiba harusnya bisa lebih mengendalikan emosi, jangan sampai kejadian yang sepele bisa merugikan tim. Jangan sampai kejadian ketika melawan Persibo terulang kembali, M. Eksan terpaksa harus dikartu merah yang mengakibatkan dirinya harus absen dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya. Pada hal seperti yang kita ketahui M. Eksan adalah ujung tombak tertajam yang dimiliki Persiba. Banyak kemenangan yang dilahirkan dari kaki M. Eksan, lalu kalau M. Eksan harus pergi? tentunya harus lebih banyak kerja keras bagi Persiba.

Bagi seluruh supporter Persiba, mari menjadi supporter yang yang mampu mengendalikan diri, tidak arogan dan mampu bersikap legowo terhadap semua hasil pertandingan. Tawuran hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak bermoral dan beradab, sedangkan seluruh supporter Persiba adalah orang yang bermoral dan beradab. So… hindarkan tawuran, damai selalu dan jaga Sportifitas. Mari menjadi supporter yang dapat menjelma menjadi pemain ke-12 dan selalu menjadi pendukung setia Persiba. Supporter yang selalu bangga akan tim yang telah memberikan kemampuannya semaksimal mungkin.(neXsta)

1 Response to “Belajar dari Timnas Indonesia”


  1. 1 69 Juli 23, 2007 pukul 8:30 am

    Salam jaya … di Jogja … Juara … di Ligina …. saya memberikan apresiasi yg positif terhadap tulisan ini. Memang suatu organisasi selain punya visi dan misi juga punya prinsip dalam menjalankan sistem organisasi tersebut. Tujuh Prinsip Persiba : Jujur, Adil, Disiplin, Kerjasama, Tanggungjawab, Peduli dan Lapang dada harus dipertahankan….. dan didukung oleh semua barisan Persiba (manajemen, pemain dan suporter). Insya Allah … apa yg orang katakan bahwa ke Divisi Utama bagi Persiba adalah suatu mimpi …. akan menjadi kenyataan yg bukan sekedar sim salabim… tapi mimpi itu dibangun melalui visi n misi yg didukung 7 prinsip Persiba … yg tidak dimiliki oleh tim manapun… bravo sepakbola mbantul…..

    sip bung 69, komentar-komentar anda selalu ditunggu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SALAM PERDAMAIAN

bagi seluruh supporter persiba, mari kita junjung sportivitas dilapangan. NO ANARKI, NO TAWURAN, JUST FAIRPLAY & AGAINT RACISM!

Daftar Menu

Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d blogger menyukai ini: