Piala Gubernur Aceh, Persiba pinjam pemain

Skuad Persiba ketika di Stadion Kanjuruhan Malang

BANTUL: Kendati secara resmi manajemen Persiba Bantul belum melakukan pencoretan pemain dan juga menggelar seleksi pemain, namun mantan stopper PSS, Peter Rotimi Lipede telah melakukan pendekatan dengan kubu Laskar Sultan Agung.

Stopper asal Nigeria itu memiliki peluang untuk menggantikan posisi Bruno Casmir yang saat ini mengalami cedera.

“Dia [Lipede] bakal memperkuat Persiba di ajang Turnamen Piala Gubernur Aceh. Selain dia, ada satu pemain asing lagi dan juga satu pemain lokal yang bakal memperkuat tim di gelaran tersebut,” kata asisten manajer bidang teknis dan kepelatihan, Briyanto.

Meski demikian, Briyanto mengatakan soal perekrutan dia tak bisa berkomentar. Tak hanya itu, Briyanto juga akan memaksimalkan dua pemain asing yang saat ini masih terikat kontrak.

Fortune Udo dan Ezequiel Gonzales akan bersama dengan 20 pemain berangkat ke Aceh pada 19 Juni mendatang. “Kami bawa 20 pemain ke sana. Kemungkinan pemain yang kami bawa pun yang jelas bakal memperkuat tim di Kompetisi ISL [Indonesian Super League] mendatang. Ajang ini juga akan kami manfaatkan sebagai peninjauan akhir terhadap pemain yang layak dipertahankan,” papar Briyanto.

Di kompetisi ISL musim mendatang sendiri, manajemen Persiba memastikan bakal membutuhkan sebanyak 25 pemain. Jumlah itu bakal ditambah dengan 15 pemain magang. “Keputusan rapat tadi pagi [Kamis, 2/6] kami akan membuka lowongan magang seluas-luasnya. Kami beri kuota 15 pemain nantinya. Kami berharap ini juga bisa jadi ajang pembinaan,” sambung Briyanto.

Sementara itu terkait dengan pendanaan Persiba kedepan. Briyanto mengaku, ajang Turnamen Piala Gubernur Aceh akan dimaksimalkan Persiba untuk melakukan pendekatan dengan sejumlah sponsor.

Dengan banyaknya tim besar asal Malaysia dan ISL yang mengikuti gelaran itu, diharapkan upaya lobi yang dilakukan manajemen akan membuahkan hasil.

“Kami akan maksimalkan ajang ini sekaligus untuk mencari sponsor. Untuk sementara, pemain akan mulai berlatih pada tanggal 10 nanti sebelum nantinya berangkat ke Aceh,” pungkas Briyanto. (HarJo)

Wasit dan Suap, Bersaudara???

Suap, adalah kata-kata yang tidak asing dalam persebakbolaan kita. Ketika tim-tim yang memerlukan kemenangan berada dalam posisi kritis, maka tak ada jalan lain yang ditempuh kecuali suap, entah itu menyuap wasitlah, panpellah, atau apalah itu saya sendiri juga kurang tau sebagai masyarakat awam.

Tetapi sebagai masyarakat awam saya juga tidak bodoh-bodoh amat. Pertama-tama lihat saja ketika pertandingan berlangsung, bila aksi suap tidak dijalankan, lalu mengapa keputusan wasit serasa mengada-ada dan terlalu dipaksakan. Sudah tau kalo pemain hanya diving e….., eloknya kok malah di beri penalti bukan peringatan atau kartu kuning bagi sipelaku. Sangat memuakkan dan mengecewakan. Trus sudah tau handsball dikotak sendiri e………, kok dibiarkan saja, pemain lawan tidak di beri hadiah penalti. Sangat merusak moral bangsa (opo hubungane?)

Sebetulnya saya menulis hal tersebut diatas lantaran membaca, mendengar, serta menyaksikan sendiri aksi-aksi wasit dilapangan, terutama ketika Tim X bermain. (maaf saya tidak menyebutnya, pokoknya salah satu klub di Liga Indonesia). Karena perlu anda ketahui saya adalah salah satu p******a klub tersebut, tapi entah untuk saat ini dan yang akan datang, tampaknya k******an saya terhadap klub tersebut semakin menipis dan tampaknya akan menguap di udara begitu saja.

Saya betul-betul merasa kecewa dengan tindakan tim yang sepertinya mengahalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Sebenarnya saya juga yakin tidak hanya tim tersebut saja yang di isukan suap tapi banyak tim lainnya di Indonesia yang melakukan hal tersebut, hanya saja sampe saat ini belum terangkat Lanjutkan membaca ‘Wasit dan Suap, Bersaudara???’

Kemenangan Yang Ternoda: Lagi-Lagi Karena Ulah Sopporter nDeso

Minggu, 7 Februari 2010 Persis Solo akhirnya berhasil digunduli oleh Persiba Bantul. Kemengan 5-0, praktis membuat Persiba berada diatas angin untuk sementara waktu. Tim yang dulunya bukan apa-apa sekarang dengan tiba-tiba menjelma menjadi salah satu tim yang wajib diwaspadai oleh seluruh tim pesaingnya. Tim yang dianggap kacangan, kini berubah menjadi underdog dalam Liga Joss Indonesia.

Kemenangan yang seharusnya dapat dibanggakan oleh warga Bantul, menjadi agak ternoda dengan adanya tindakan anarkhis  suppotter. Arif, seorang pendukung Persiba terpaksa dilarikan kerumah sakit karena dikeroyok oleh sekelompok supporter yang tak bertanggung jawab.  Bocah yang baru berumur 14 tahun dan duduk dibangku SMP itu harus mengalami pengeroyokan yang menyebabkan salah satu lensa mata Arif pecah dan mengalami pendarahan. Hal yang sangat disayangkan dan seharusnya tidak perlu terjadi. Kejadian yang berkali-kali terulang di Stadion Sultan Agung (SSA) semakin menebalkan cap yang diberikan oleh para supporter tim lain bahwa supporter Persiba adalah supporter kampungan alias ndeso.

“Wanine kur neng kandang, nek neng omahe wong liyo kur imbas imbis, rawani kuthis”, kata para supporter tetangga. Di dunia nyata ataupun dunia maya julukan ndeso Lanjutkan membaca ‘Kemenangan Yang Ternoda: Lagi-Lagi Karena Ulah Sopporter nDeso’

BONEK: ANTARA FANATIK DAN ANARKI?

Kebanyakan orang Indonesia pasti tau apa itu bonek? Yup bener, bonek adalah singkatan dari bahasa Jawa yang artinya BONDO NEKAD, ato kalo di Indonesiakan MODAL NEKAD. Yah itulah julukan yang dberikan oleh pers JATIM saat pendukung Surabaya berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mendukung tim kesayangan mereka PERSEBAYA. Dan menurut sejarahnya, kebiasaan untuk mendukung secara away dalam dunia sepakbola kita ini dirintis oleh para bonek ini.

Bonek yang mengaku dirinya sebagai supporter militan, nyatanya hanya meresahkan masyarakat dalam lingkup nasional. Kalau dilihat dari trek recordnya maka bonek memang identik dengan yg namanya kerusuhan. Andai saja seluruh supporter Indonesia seperti bonek! Trus apa jadinya sepakbola Indonesia, maju? Bukan tapi pasti terkenal ke seluruh dunia, sebagai sepakbola ter’anarkhis! Apalagi saat melihat  kejadian beberapa waktu yang lalu, saat bonek mania itu berbondong-bondong mendukung tim kessayaangannya, PERSEBAYA, yang terlintas dipikiran gw adalah KONYOL! Mati Lanjutkan membaca ‘BONEK: ANTARA FANATIK DAN ANARKI?’

Persiba masih butuh wingback

BANTUL: Pelatih Laskar Sultan Agung, Persiba, Eduard Tjong mengisyaratkan bakal memaksimalkan kekuatan skuad yang ada, menyusul kian dekatnya deadline yang diberikan oleh manajemen untuk mencari pemain di posisi wingback.

Persiba sendiri saat ini masih membutuhkan adanya penambahan wing back kiri, menyusul kebutuhan tim akan pemain yang mampu menghidupkan bola cossing dalam hal penyerangan dan pertahanan.

“Jika sampai mendekati laga melawan Gresik United kami belum dapatkan pemain di posisi tersebut, saya akan manfaatkan pemain yang ada. Saat ini memang saya sudah banyak ditawari, namun nama-namanya masih asing. Dan hari ini memang ada satu pemain yang datang dan berlatih bersama dengan kami, yakni mantan wing back Persikota Ardi, namun saya akan lihat dulu nanti,” kata mantan pelatih Persis Solo tersebut kepada Harian Jogja, Kamis (4/2).

Ditempat terpisah, manajemen Persiba saat ini sedang berusaha untuk mendatangkan sejumlah pemain di posisi tersebut. Asisten manajer Persiba bidang teknik, Briyanto, mengaku deadline penambahan pemain terpaksa diberikan menyusul belum adanya pemain yang pas untuk mengisi posisi tersebut, sementara jadwal laga away di putran kedua yang kian dekat, membuat manajemen dan pelatih harus bertindak cepat.

Penambahan pemain di posisi wing back, sangat dibutuhkan menyusul target manajemen di akhir putaran kedua adalah lolos promosi Super Liga.

“Kami memang butuh wing back, untuk membantu dalam penyerangan dan pertahanan. Sejauh ini jarang sekali ada umpan crossing yang matang yang sebenarnya bisa dihasilkan dari wing back yang ada,” sambung dia.(harjo)

Komdis PSSI berencana panggil Persiba

Isu mafi a wasit kini menerpa Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009-2010 atau yang sekarang disebut dengan Liga Joss Indonesia. Isu tersebut menyeruak dalam Kongres PSSI di Bandung, yang berakhir 17 Januari lalu. Sebagai tahap awal untuk menindak lanjuti isu tersebut, Sabtu (23/1) Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akan memanggil dua tim peserta Liga Joss, yaitu Persiba Bantul Mojokerto Putra, sebagai pihak pertama yang menyuarakan kasus tersebut.

Namun, Manajemen Persiba menilai pemanggilan tersebut sebagai sebuah langkah yang tidak konsisten. “Langkah mereka tidak akan memecahkan masalah. Jika pemanggilan dilakukan, hal itu justru akan mengotori hasil kongres. Dalam wacana yang berkembang saat kongres, Komdis harus turun ke lapangan dengan terlebih dahulu membentuk tim kecil untuk melihat jalannya pertandingan dan melihat kinerja wasit,” tutur Sumiharto, Asisten Manajer Bidang Litbang Persiba.

“Jika wacana tersebut tidak dilakukan, dan Komdis justru melakukan aksi panggil memanggil, sampai kapan pun masalah tersebut tidak bisa tuntas,” kata Sumiharto. Sumiharto, yang juga mantan manajer tim Persiba musim 2008/2009, mengungkapkan mencuatnya isu mafia wasit digelontorkan pada saat Kongres PSSI, dan hal tersebut mendapatkan respons dari peserta kongres.

Dari kongres tersebut, muncul rekomendasi kepada Komdis untuk melakukan pemeriksaan awal, dan hal ini diteruskan oleh Hinca Panjaitan yang diberikan waktu satu pekan sampai dua pekan untuk menyelesaikan. Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, mengatakan baru kali ini ada peserta kongres yang berani memaparkan secara gamblang dugaan mafia wasit di hadapan forum resmi. “Selama ini sudah sering ada kabar mengenai mafia wasit.

Hanya saja, masih sebatas informasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya,” kata Nugraha. “Ini semua karena belum pernah ada yang berani menyuarakannya secara gamblang. Apalagi dilakukan di hadapan forum resmi. Kami tentu berterima kasih dengan hal seperti ini, dan akan segera melakukan tindakan,” tuturnya. Masih kata Nugraha, demi untuk kepentingan pengusutan, pihaknya untuk sementara menyimpan nama yang menyampaikan laporan tersebut.

Hal yang sama untuk para wasit yang diduga melakukan tindakan tidak terpuji itu. Sementara, Mafirion, juru bicara PSSI, menegaskan Ketua Umum PSSI (Nurdin Halid) telah memerintahkan komisi disiplin (Komdis) untuk segera mengusut dugaan adanya praktik suap dan mafia wasit pada Divisi Utama. Menurut Mafirion, karena komisi hukum baru akan turun melakukan penyelidikan sehingga pihaknya untuk sementara menyimpan rapat identitas pelapor yang menyampaikan adanya dugaan mafia wasit tersebut.

Begitu pula imbuhnya, kepada para pengadil lapangan hijau yang diduga melakukan tindakan tidak terpuji, yang tentunya sangat mencoreng wajah sepakbola nasional. Dikatakan Mafirion, bentuk suap yang dilakukan para pengadil lapangan hijau itu adalah dengan pengaturan skor. Namun dirinya menolak memberikan rincian serta modus dan besarnya dana operasional yang dibutuhkan para mafia wasit, seperti yang dituduhkan(harjo)

Pembagian kompetisi musim depan

Kompetisi sepak bola nasional musim 2008/2009 telah berakhir, baik level profesional maupun amatir. Lantas, bagaimana kompetisi musim depan, adakah yang berubah? Secara garis besar, kompetisi sepak bola nasional musim 2009/2010 tidak jauh berbeda dengan kompetisi musim lalu. Kompetisi sepak bola nasional musim depan tetap terdiri atas lima divisi. Dua strata berstatus profesional yang dikelola oleh Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). Tiga lainnya berstatus amatir yang dikendalikan oleh Badan Liga Sepak Bola Amatir (BLA). Yang masuk level profesional adalah kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama. Untuk kompetisi amatir, ada Divisi I, Divisi II, dan Divisi III. “Sesuai dengan keputusan Raparnas 2009, kompetisi tetap lima Divisi. Hanya, untuk jumlah kontestan, ada perubahan,” tutur Mafirion, anggota komite eksekutif PSSI sekaligus juru bicara otoritas sepak bola nasional tersebut. Perubahan jumlah kontestan itu berlaku untuk kompetisi di bawah ISL. Untuk ISL, jumlahnya tetap 18 tim. Pesertanya adalah 14 tim yang menghuni posisi pertama hingga ke-14 pada kompetisi musim lalu. Termasuk, tiga tim promosi, yakni Persisam Putra Samarinda, Persema Malang, Lanjutkan membaca ‘Pembagian kompetisi musim depan’


SALAM PERDAMAIAN

bagi seluruh supporter persiba, mari kita junjung sportivitas dilapangan. NO ANARKI, NO TAWURAN, JUST FAIRPLAY & AGAINT RACISM!

Daftar Menu

Desember 2016
S S R K J S M
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031