Diarsipkan di bawah: Kabar Persiba
Untuk mempertahankan posisi agar tetap berada di 4 besar klasemen akhir, maka Persiba bertekad akan hadapi Persema dengan kekuatan penuh. Bermain di kandang lawan tentunya tak akan mudah bagi Persiba, karena berdasarkan pengamatan beberapakali tandang, hasilnya selalu kurang memuaskan bagi Persiba.
Untuk itu pelatih Nandar Iskandar akan mengoptimalkan kekuatan (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Kabar Persiba
Pemilu yang hendak menjadi hajatan besarnya bangsa Indonesia pada tanggal 9 April nanti, ternyata juga berpengaruh pada kelangsungan kompetisi Divisi Utama. Jadwal yang telah disusun, terpaksa harus diubah untuk menghormati jalannya pesta demokrasi tersebut. Mau tidak mau seluruh klub harus mematuhi keputusan itu.
Dengan adanya pengunduran jadwal tersebut, diakui banyak klub merugikan, tapi demi menjadi Warga Negara yang baik maka harus patuh akan keputusan yang dibuat oleh pemerintah. Ambil contoh PSS Sleman, menurut tim manajemen pengunduran jadwal tersebut menyebabkan manajemen merugi sebesar kurang lebih 500 juta. Lima ratus juta itu adalah biaya operasi yang harus dikeluarkan tim selama Divisi Utama diliburkan. Dana sebesar itu antara lain digunakan untuk membayar gaji pemain, mess, konsumsi dll. Begitu juga dengan Persiba yang harus menge-set ulang jadwal latian dll. Padahal persiapan yang dilakukan Persiba untuk menghadapi Persis Solo dan PSS Sleman sudah matang.
Kompetisi Divisi Utama yang harusnya selesai pada 25 April 2009, (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Kabar Persiba
Entah apa yang terjadi sore itu, Arisoma-kiper Persiba Bantul, banyak melakukan hal yang dianggap tidak pas oleh penonton. Mungkin karena menghadapi musuh yang levelnya lebih tinggi, kiper Persiba kelahiran tahun 1981 itu, sering melakukan kesalahan. Tak urung, pertandingan yang sejak awal berjalan panas dengan cuaca yang panas bertambah panas karena aksi Arisoma.
Satu kali, dua kali penonton memaklumi kesalahan Arisoma, tetapi semakin lama pertandingan berlangsung, kesalahan yang dilakukan juga semakin banyak. Penonton mulai tidak sabar, bahkan ketika Arisoma memegang bola, seruan “huuuuuuuuuuuuuu” serentak dikeluarkan oleh para penonton tanpa dikomandoi. Selain “huuuuuuuuuuuu” (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Kabar Persiba
Kekalahan dua kali berturut-turut, ternyata juga mempengaruhi minat penonton untuk melihat tim kesayangan mereka bermain di lapangan. Terbukti ketika derby berlangsung, antara Persiba Bantul vs PSIM, penonton yang datang kestadion berkurang drastis. Pertandingan yang diprediksi bakal membludak, ternyata jauh dari kenyataan. Ketika babak pertama dimulai, baru sekitar setengah stadion yang dipenuhi penonton. Baru ketika babak ke dua di mulai stadion mulai tampak padat penonton, walaupun disana sini juga masih tersisa tempat yang masih kosong. Keadaan tersebut berbeda dengan saat Persiba menjamu Persik Kediri, penonton jauh lebih banyak, bahkan karena stadion tidak mampu menampung sluruh penonton, gerbang barat terpaksa di buka oleh tim keamanan.
Maka kemenangan Persiba atas PSIM kemarin diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan penonton terhadap Persiba dan dapat mendongkrak kehadiran penonton di Stadion Sultan Agung. (monggo njing sabtu mersani sareng-sareng, mugi-mugi Persiba saget menang, nek mboten saged menang nggeh lumayan saged mersani pemain nasional secara langsung
, nggih tho……nggih tho….. )