Pemilu yang hendak menjadi hajatan besarnya bangsa Indonesia pada tanggal 9 April nanti, ternyata juga berpengaruh pada kelangsungan kompetisi Divisi Utama. Jadwal yang telah disusun, terpaksa harus diubah untuk menghormati jalannya pesta demokrasi tersebut. Mau tidak mau seluruh klub harus mematuhi keputusan itu.
Dengan adanya pengunduran jadwal tersebut, diakui banyak klub merugikan, tapi demi menjadi Warga Negara yang baik maka harus patuh akan keputusan yang dibuat oleh pemerintah. Ambil contoh PSS Sleman, menurut tim manajemen pengunduran jadwal tersebut menyebabkan manajemen merugi sebesar kurang lebih 500 juta. Lima ratus juta itu adalah biaya operasi yang harus dikeluarkan tim selama Divisi Utama diliburkan. Dana sebesar itu antara lain digunakan untuk membayar gaji pemain, mess, konsumsi dll. Begitu juga dengan Persiba yang harus menge-set ulang jadwal latian dll. Padahal persiapan yang dilakukan Persiba untuk menghadapi Persis Solo dan PSS Sleman sudah matang.
Kompetisi Divisi Utama yang harusnya selesai pada 25 April 2009, mundur menjadi 10 Mei 2009. Divisi Utama diliburkan mulai tanggal 18 Maret 2009 – 12 April 2009. Sedangkan untuk Persiba sendiri, tanggal 18 Maret 2009 yang seharusnya menghadapi Persis Solo, diundur menjadi tanggal 12 April 2009. Dan tanggal 22 Maret 2009 yang seharusnya melawan PSS Sleman, diundur menjadi tanggal 16 april 2009.
Smoga pemilu dapat berjalan mulus, semulus mbak Tamara Blejinskie. Sebagai warga Negara yang baek & benar mari kita centang gambar yang sesuai dengan hati nurani kita masing-masing. Smoga pemimpin kita di masa yang akan datang mampu menjadi pemimpin yang amanah, selalu mengutamakan rakyat bukan kepentingannya sendiri-sendiri, dan yang pasti smoga dunia persepakbolaan kita juga semakin tambah maju…………….amiiiiiiiiiiiiin ya roball alamiiiiiiiiiin.
pye ki divisi utama ra lekas-lekas…..parah
bust bahamn pelajaran tahunmendatang