Manajer Persiba Bantul H Sumiharto SE MBA mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Suroso Hadi dari Semarang, yang terlalu memihak Persibo Bojonegoro dalam lanjutan kompetisi Divisi I PSSI Grup III, Sabtu (30/6) lalu, di Bojonegoro.
“Kita kalah tidak apa-apa, asalkan wasit fair,” ujar Sumi kepada KR, seusai pertandingan di Stadion Sudirman Bojonegoro, Jatim. Pada pertandingan tersebut, Persiba Bantul ditundukkan Persibo Bojonegoro 0-3. Dan hasil itu menurut Sumiharto, wasit berpihak pada tuan rumah sudah wajar, asalkan tidak keterlaluan. Namun jika sampai wasit mematikan karier pemain, ini yang tidak bisa diterima.
“Masak wasit langsung memberikan kartu merah tanpa peringatan kartu kuning pada M Eksan, hanya gara-gara melakukan protes. Kapten berhak mengajukan protes jika merasa timnya diperlakukan kurang adil oleh wasit,” tambah Sumiharto.
Selain itu, Persiba tidak akan mungkin bisa mencetak gol, karena setiap pemain Persiba akan mendekati gawang lawan, hakim garis langsung meniup peluit tanda offset. Namun jika pemain lawan dalam posisi offset, hakim garis tidak bereaksi, sehingga kesempatan mencetak gol lebih terbuka.
Sementara pelatih Persiba, Nandar Iskandar, kecewa sekali pada kepemimpinan wasit.
“Bukan kalah menang yang menjadi persoalan, tetapi pada pertandingan ini, wasit kelihatan sekali jika membantu tuan rumah. Jika kepemimpinan wasit tidak bisa dibenahi, maka sepakbola di Indonesia tidak akan bisa maju,” tandas Nandar.
Pelatih Persibo Bojonegoro, Gusnul Yakin, mengaku jika pertandingan di Bantul lalu, timnya diperlakukan tidak adil oleh wasit. Sehingga wajar jika di Bojonegoro, mereka juga mendapatkan perlakukan yang sama oleh wasit.
dari http://www.kr.co.id/article.php?sid=129064
cyberbumi said : menurut saya wasit pada waktu persibo main di bantul biasa saja, buktinya pemain persibo yang mutungan itu (nggak tahu namanya siapa) nggak di kartu merah, seri lagi, persiba nggak dapat penalti. fair to? Tapi menilik perkataan pelatih Persibo, berarti telah terjadi sesuatu antara persibo dengan wasit, bagaimana ini?.
di pertandingan sebelumnya melawan PSIR juga memprotes pihak wasit, bukan bermaksud mengkambinghitamkan wasit, tapi mbok yang fair gitu loch. Mungkin Persiba pas melawan GU sedikit dibantu wasit, saya akui, tapi kalau pas melawan persibo di Stadiun Sultan Agung saya tidak melihat adanya keberpihakan wasit. Apa jadinya sepak bola indonesia kalau seperti ini?